PACARAN, NOL POSITIF

15 Mar 2013

Membaca artikel blogdetik tentang dampak pacaran bagi pelajar, dapat saya simpulkan bahwa dampak negative lebih banyak di banding dengan dampak positifnya. Jika melihat dalam artikel tersebut, beberapa dampak positifnya adalah adanya memotivasi dalam belajar, menambah luas pergaulan, dan adanya perasaan aman dan terlindungi.

Jika dari tiga poin tersebut adalah benar adanya dari dampak pacaran, maka sebenarnya tiga poin tersebut dapat di raih dari bukan pacaran. Semisal motivasi belajar dapat di raih dari orang tua, keluarga, guru, kawan, membaca dll. Penulis berpandangan bahwa guru di sekolahan selalu memberikan motivasi kepada muridnya. Contoh saja kepala sekolah, wali kelas, guru konseling, belum lagi ditambah dari guru bidang. Apakah motivasi belajar tersebut masih kurang? Jika masih kurang, di dalam keluarga seperti orang tua atau pun saudara, juga mampu memberikan motivasi untuk belajar. Jadi jika pacaran hanya untuk mendapatkan motivasi belajar adalah hanya omong kosong saja.

Selanjutnya dari dampak positif pacaran adalah menambah pergaulan lebih luas. Benarkah begitu? Coba kita buka satu persatu. Didalam orang pacaran memang benar, jalan kesana kemari, tapi masalahnya adalah, sedikit dari orang pacaran itu di bawa kerumah dan diperkenalkan kepada keluarga. Sebab hal itu tidak diperkenankan dalam keluarga. Sebab keluarga juga memahami bahwa orang berpacaran dampak negatifnya lebih besar dari pada positifnya.

Jika hanya untuk memperluas pergaulan, hal itu didapatkan dari kita sering bersilaturrohim di tempat teman-teman sekolah kita, teman-teman permainan dll, jadi tidak harus berpacaran kalau hanya untuk memperluas pergaulan. Kalau pun pacaran pelajar hanya untuk alas an itu, itu hanya omong kosong.

Hal positif lainnya dalam pacaran adalah adanya perasaan aman. Pertanyaanya adalah apakah selama ini teman-teman, atau orang tua, sanak saudara, guru disekolah kurang memberikan rasa aman? Jika benar itu alasannya. Sepengetahuan penulis, bahwa pacar berbanding balik memberikan rasa aman, adanya adalah memberikan rasa bersalah. Salah satu bentuk tidak ada rasa aman dalam berpacaran adalah, melakukan perzinaan. Perzinaan pandangan, perzinaan perkataan, apalagi sampai perzinaan badan. Pengan tangan, cium ini itu, bahkan kabar terakhir kemarin sisiwi SMA melahirkan di WC sekolahan. Sesuatu tidak mungkin kan, orang melahirkan tanpa proses, pegangan dan bahkan sampai tingkat main gelap-gelapan.

Jadi menurut penulis, alangkah baiknya pacaran di hindari sejauh-jauhnya. Manfaatnya hampir tidak ada. Membuang waktu sia-sia, membuat kekacauan pikiran dll. Selama masih pelajar alangkah baiknya menjalin pertemanan tapi layaknya dalam ikatan kekeluargaan. Tidak menjamin kesuksesan seseorang kok pacaran itu. Jika ada yang mengatakan pacaran adalah jaminan seseorang untuk sukses, barulah kita melakukan pacaran, tetapi hingga saat ini, belum ada satupun guru atau motivator ulung menyarankan untuk suskses harus pacaran dulu kan? Yang ada hanya bekerja keraslah, belajar rajinlah jika ingin menggapai kesuksesan.

INGAT PACARAN DAMPAK NEGATIFNYA LEBIH BESAR.
SETAN AKAN SELALU MENGHEMBUSKAN HAWA NAFSU DALAM DIRI MANUSIA.
SEMAKIN KITA TERBUAI BUJUKAN SETAN AKAN PACARAN, MAKIN TERPURUK KITA DALAM JURANG KESESATAN.
pacaran nol positif


TAGS pacaran pacaran positif dampak negatif pacaran pacaran pelajar


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post